Agen Slot Online - Cerita Selingkuh Di Hotel Bu Lisa Tetanggaku
Agen Slot Online - Cerita Selingkuh Di Hotel Bu Lisa Tetanggaku - Cerita ngentot di hotel ini bermula saat aku sedang menginap di salah
satu hotel di Semarang karena tugas kantor. Pas hari kedua sekitar jam 7
malam aku bermaksud keluar hotel untuk mencari makan malam.
Agen Slot Terbaik - Tahu sendiri khan kalau makan di hotel selain rasanya kurang enak
juga harganya mahal. Nah pada saat menunggu lift untuk turun tiba-tiba
saja pintu lift terbuka dan aku kaget sekali didalam lift ada orang laki
berusaha mencium seorang perempuan.
Mereka kaget juga karena
tiba-tiba pintu terbuka dan aku tidak kalah kagetnya karena ternyata
yang perempuan adalah Bu Lisa tetangga sebelah persis rumahku sedangkan
yang pria aku tidak mengenalnya. Namun karena suasananya seperti itu aku
pura-pura tidak mengenal Bu Lisa demikian juga dengan Bu Lisanya.
Situasinya benar-benar kikuk.
Saat mereka berdua keluar lift sambil minta maaf akupun juga minta maaf
ke mereka sambil buru-buru masuk lift untuk turun. Aku heran juga kenapa
Bu Lisa ada di hotel ini. Sekitar jam 9 malam aku balik hotel dan
langsung menuju kamarku sambil masih bertanya-tanya dalam hati siapa
pria yang mencium Bu Lisa itu. Padahal Bu Lisa kan istrinya Pak Sur,
tetanggaku yang sering ngajak aku main catur dirumahnya.
Oh ya Pak
Sur tetanggaku yang baru sekitar 2 tahunan kontrak di sebelah rumah.
Orrangnya sudah lanjut usia dan karena stroke menggunakan kursi roda.
Katanya sih sudah lebih dari 10 tahun dia menggunakan kursi roda. Usia
Bu Lisa ini sekitar 48 tahun. Orangnya cantik anggun tapi agak pendiam.
Sekitar
jam 9 malam tiba-tiba telpon di kamarku berdering. Ketika aku angkat
ternyata itu dari Bu Lisa. Rupanya Bu Lisa tahu nomor kamarku melalui
receptionist hotel. Dia mau menemui aku dikamarku.
Tak berapa lama
kemudian pintu kamarku terdengar diketuk beberapa kali dan aku beranjak
untuk membuka pintu. Begitu terbuka aku lihat Bu Lisa dan aku
persilahkan masuk ke dalam kamar. Saat itu Bu Lisa kulihat mengenakan
rok panjang dengan atasan kemeja lengan panjang warna putih. Dia
terlihat begitu anggun dan cantik sekali.
Bu Lisa langsung duduk
dipinggir tempat tidur dan aku duduk di kursi saling berhadapan. Aku
lihat Bu Lisa gelisah dan dari wajahnya ada sedikit ketakutan. Belum
sempat aku berkata sepatah katapun Bu Lisa sudah berkata “Mas Andree…ibu
mohon apa yang tadi mas Andree lihat jangan disampaikan ke Pak Sur ya.
Ibu mohon banget mas”.
Sambil menatap wajahnya aku langsung
berkata “kenapa bu?”. Dia tambah gelisah dan berkata “itu tadi teman SMA
ibu yang mengantarkan ibu habis jalan-jalan. Terus di lift tiba-tiba
langsung cium ibu”. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku saja tanpa
mengucap sepatah katapun. Hal ini semakin membuatnya tambah gelisah.
“Tolong
ya mas Andree….” Bu Lisa menghiba ke aku. Hemmm…aku berpikir situasi
ini musti harus kumanfaatkan dengan baik. Langsung saja aku berkata
sekenanya aja “Saya tahu ibu bohong sama saya namun saya tidak akan
bilang ke Pak Sur asalkan ibu mengijinkan saya untuk mencium Bu Lisa
semuanya”.
Bu Lisa diam tak menjawab sehabis aku berkata seperti
itu. Dia hanya menunduk saja seolah tak punya pilihan lain. Aku
kemudian berdiri menghampirinya dan kemudian duduk disampingnya
dipinggiran tempat tidur. Karena Bu Lisa diam saja, maka aku berdiri
lagi sambil berkata “Kalau ibu tidak mau ya sudah” namun langsung
dipegangnya tanganku supaya jangan pergi sambil berkata “Jangan
mas….jangan dilaporin ke Pak Sur mas….”. Aku kemudian duduk lagi
disampingnya. Lama dia tak berkata sepatah katapun hingga Aku kemudian
nekat meraih bahunya supaya Bu Lisa duduknya bisa menghadap ke arahku
dan kami kemudian saling pandang.
Melihat wajahnya yang pasrah tak
berdaya aku beranikan langsung mengusap lembut pipinya. Mata Bu Lisa
kemudian terpejam pasrah seolah tak berdaya karena tidak punya pilihan
lain kecuali menuruti keinginanku.
Pelan-pelan kemudian aku buka
kancing baju depannya satu demi satu. Aku buka kancing bagian dadanya
sehingga terlihatlah bra yang dikenakannya. Aku usap-usap buah dadanya
yang masih tertutup bra dan aku tanggalkan kemejanya seluruhnya sehingga
tampak olehkukeseluruhan bra nya yang menutupi buah dadanya. Melihat
ukuran bra yang dikenakannya besar aku yakin buah dadanya juga pasti
besar. Aku kemudian susupkan tanganku lembut ke dalam bra nya dari bawah
dan dengan pelan-pelan aku usap-usap dan remas-remas buah dadanya
sekaligus mengusap-usap putingnya.
Bu Lisa tetap diam saja,
matanya terus terpejam benar-benar pasrah. Tanganku kemudian meraih
punggungnya untuk melepas kaitan bra nya. Pelan-pelan kemudian aku
lepaskan bra-nya sehingga sekarang tampak olehku buah dada Bu Lisa tanpa
tertutupi bra. Benar seperti yang aku duga sebelumnya, buah dada Bu
Lisa besar banget. Walaupun sudah gak kencang lagi dan agak kendor tapi
buatku masih tampak menggemaskan dan menggiurkan.
Aku kemudian
pelan-pelan meremas buah dadanya dengan lembut dan juga mengusap-usap
putingnya yang hitam dan besar. Aku usap-usap putingnya dan putar-putar
lembut putingnya dengan jariku. Aku mendengar sepintas Bu Lisa sedikit
mengerang “eggghhhhhh…..ehhhhhh….” sambil mulutnya mengatup rapat seolah
menahan rangsangan dariku.
Sedikit demi sedikit aku rasakan
puting Bu Lisa semakin membesar dan mengeras. Aku lihat Bu Lisa seolah
gelisahmenahan rasa geli yang nikmat. Kemudian pelan-pelan aku mulai
ciumi lembut buah dadanya. Aku ciumi dan jilati bulatan buah dadanya dan
pelan-pelan kemudian aku kulum putingnya.
Aku isep-isep lembut
putingnya yang sebelah kiri dan yang sebelah kanan aku putar-putar
dengan jariku. Bu Lisa kepalanya mendongak sambil mendesah
“eggghhhhhhhh…….ehhhhhh….”. Aku terus mengulum putingnya dan lidahku
mengusap-usap menjilati putingnya. Aku putar-putar lembut putingnya
dengan lidahku sehingga membuat Bu Lisa semakin mengerang dan mendesah
“aggghhhhh….ohhhhh….”. Nggak lama kemudian Bu Lisa berkata lirih “Sudah
ya Mas Andree…eghhhhh…ohhhh….sudah mas..”.
Mendengar Bu Lisa
berkata seperti itu aku berhenti menciumi buah dada dan putingnya. Aku
tidak tahu maksud Bu Lisa berkata seperti itu karena memang memintaku
untuk berhenti atau karena dia sudah gak tahan dengan rangsanganku. Aku
pandangi wajahnya dan dengan agak kecewa kemudian aku berkata lembut
“Terserah Bu Lisa kalau Bu Lisa nggak mau”.
Aku kemudian berdiri
seolah akan meninggalkannya. Namun sesaat sebelum aku berdiri tangan Bu
Lisa kembali memegang tanganku sambil berkata “Mas Andree…Bu Lisa mohon
banget…”. Aku kemudian duduk lagi dan pandangi wajahnya tanpa berkata
sepatah katapun. Aku tahu Bu Lisa sudah tak punya pilihan lagi sehingga
aku bukannya menjawab apa yang dikatakannya namun malah memegang bahunya
untuk aku rebahkan di tempat tidur. Posisi Bu Lisa saat itu badannya
rebah di tempat tidur sedangkan kakinya masih menekuk berpijak ke
lantai.
Aku langsung mencium bibirnya namun Bu Lisa tak merespon
ciumanku. Dia hanya diam saja sambil menutup matanya. Pikirku
aduhhh…kurang ajar banget Bu Lisa ini. Langsung aku melorot ke arah
bawah dan aku buka pahanya. Untungnya Bu Lisa saat itu memakai rok yang
longgar sehingga mudah bagiku untuk membuka pahanya.
Begitu
pahanya terbuka aku kemudia menyingkap roknya ke atas sehingga tampak
olehku celana dalam yang dipakainya berwarna crem. Aku kemudian
usap-usap pahanya sekaligus dengan lembut mulai menciumi dan menjilati
pahanya. Bu Lisa kudengar mendesah berkali-kali
“egghhhh….ehhhhh..ehhhhhh…”.
Aku mulai jilati bagian tengah celana
dalamnya. Aku jilati dari bawah ke atas mengikuti belahan memeknya. Aku
melakukannya dengan lembut karena tahu bahwa Bu Lisa sudah berusia
cukup lanjut sehingga perlu rangsangan ekstra dan tidak bisa buru-buru.
Saat
aku jilati lembut bagian tengah celana dalamnya Bu Lisa mendesah
“mas….mas Andree…eghhhhh…ehhhhh…sudah mas…jangan mas….”. Aku sudah tak
hiraukan lagi apa yang dikatakannya. Aku langsung saja pelorotkan celana
dalamnya sehingga tampak olehku memeknya yang ditumbuhi oleh jembut
yang tebal.
Saat berhasil melepas celana dalamnya Bu Lisa menutup
rapat pahanya lagi. Namun dengan lembut pula aku renggangkan lagi
sehingga pahanya terbuka lagi. Sepintas aku lihat memeknya mulai basah.
Sehingga aku kemudian menciumi lagi dengan lembut dan mengusap-usap
memeknya dengan lidahku. Dengan lembut aku jilati belahan memeknya,
bahkan pelan-pelan aku masukkan ujung lidahku kedalam belahan memeknya.
Bu
Lisa terlihat gelisah dan terus mendesah “mas….mas…..sudah ya mas….Ibu
malu mas….”. Aku tetap tak pedulikan apa yang dikatakannya. Bahkan
lidahku semakin liar menari-nari didalam memeknya. Aku jilati dinding
dalam memeknya yang terasa lembut. Sesekali ujung lidahku menyenggol
itilnya. Setiap kali ujung lidahku menyentuh itilnya desahan Bu Lisa
semakin mengeras dan badannya seolah mendongak.
Aku tetap lembut
menjilati memeknya yang terasa wangi baunya. Tak terasa tangan Bu Lisa
yang semula rebah di tempat tidur aku rasakan mulai meraih kepalaku.
Tadinya setiap kali ujung lidahku menyentuh itilnya ditahannya kepalaku.
Namun lama-lama aku rasakan adanya perubahan. Tangannya mulai seolah
menekan kepalaku lebih dalam lagi ke arah memeknya setiap kali itilnya
tersentuh oleh ujung lidahku. Rupanya Bu Lisa mulai merasakan geli
nikmat sehingga saat geli tersebut dia menekan kepalaku agak keras
supaya rasa gelinya agak berkurang.
Bu Lisa terus mengerang dan
medesah bahkan terdengar semakin lama semakin keras
“aohhhhhh….egggghhhhhhh…aghhhhhhhh….”. Tangannya mulai meremas-remas
rambutku dengan gemas. Melihat itu aku percepat jilatanku ke memeknya.
Aku semakin cepat dan semakin dalam mengaduk-aduk bagian dalam memeknya
dengan ujung lidahku.
Sesekali aku test dengan melepas jilatanku
namun yang terjadi malah Bu Lisa mengangkat pinggulnya seolah memeknya
mencari lidahku. “mas….mas….mas Andree…aggghhh…..ohhhhhhhhh….”. Aku
merasakan gerakannya semakin liar dan kemudian aku raih pinggulnya dan
menekan kepalaku ke arah memeknya. Aku tekan mulutku kedalam memeknya
dan aku masukkan dalam-dalam ujung lidahku ke dalam memeknya. Tidak lama
kemudian aku dengar Bu Lisa seolah meraung panjang
“aggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…….masssssssss……”. Jelas itu tanda Bu Lisa
telah mencapai orgasme karena badannya mengejang dan kemudian terkulai
lemas.
Melihat itu aku berhenti menjilati memeknya dan aku
kemudian membiarkannya sesaat supaya Bu Lisa bisa menikmati orgasmenya.
Aku kemudian berdiri dan melihat mata Bu Lisa terpejam seolah tak
berdaya. Aku langsung naik tempat tidur dan berbaring disamping Bu Lisa.
Aku lihat nafas Bu Lisa terengah-engah. Aku peluk Bu Lisa mesra sambil
kecup bibirnya. Bu Lisa kulihat membuka matanya dan mata kami saling
berpandangan.
Sebelum sempat berkata apapun aku langsung belai
pipinya dan berkata lembut “Maafkan saya Bu…..saya sayang Ibu dan
mengagumi Ibu dari dulu”. Bu lisa tidak menjawab hanya diam saja.
Melihat itu pelan-pelan aku peluk Bu Lisa sambil menyusupkan kepalaku ke
arahnya. Kami sama-sama diam untuk beberapa saat.
Beberapa saat
kemudian aku dengar Bu Lisa berkata ” Mas Andree…….”. Aku menjawab “iya
bu….” Sambil menatap wajahnya. Bu Lisa kemudian bertanya “Kenapa Mas
Andree sayang sama ibu?”. Aku menjawab apa adanya “Saya juga nggak tahu
bu….tapi saya kalau melihat ibu rasanya ingin banget bisa disayang oleh
ibu”.
Bu Lisa sesaat memandangi wajahku dan tiba-tiba tanpa aku
duga Bu Lisa kemudian membelai rambutku dengan lembut. Kami saling
berpandangan dan kemudian aku cium bibirnya dengan mesra. Sekarang aku
rasakan Bu Lisa mulai merespon ciumanku dengan ikut mengecup bibirku.
Kami tidak lama berciuman karena aku juga tidak mau merusak suasana yang
sudah berubah menjadi lebih baik. Bu Lisa sekarang seolah mulai bisa
menerima kehadiranku.
Aku tetap memeluk Bu Lisa dengan lembut dan
sesekali aku bermanja-manja dengan menciumi lengannya. Bu Lisa
membiarkanku menciumi lengannya dan bahkan sesekali membelai rambutku
seolah aku ini anak kecil. Dia membiarkanku untuk mengusap-usap buah
dadanya. Aku sangat menikmatinya sampai-sampai aku memejamkan mata
karena menikmatinya.
Tiba-tiba aku dengar Bu Lisa berkata “Mas
Andreee….”. Aku jawab “ya bu….”. Dia melanjutkan “Mas Andree tahu
nggak…seumur-umur Ibu belum pernah merasakan itu ibu diciumi seperti
tadi. Bahkan tadi ibu sampai orgasme. Apa mas Andree nggak jijik?”. Aku
jawab “nggak bu…saya suka banget kok bu”. Ehhhh…tiba-tiba dia mencubit
pipiku sambil berkata “mas Andree nakal banget”. Aku tidak menjawab
namun hanya tersenyum saja dan memeluknya lebih erat.
Kemudian Bu
Lisa bertanya lagi “Mas Andree…apa yang mas Andree inginkan lagi dari
ibu?”. Sambil pandangi wajah Bu Lisa aku kemudian menjawab “Bu
Lisa…sebenarnya saya berharap banget bisa menyetubuhi ibu. Namun saya
tidak berani memintanya. Takut ibu marah”. Aku menjawab seperti itu
dengan perasaan agak takut. Takut bila kemudian dia berubah pikiran dan
malah marah besar ke aku. Namun di luar dugaanku dia ternyata tidak
marah dan berkata “Ibu ini sudah tua mas…apa sih enaknya ml dengan orang
yang sudah tua?”.
Aku tak menjawab pertanyaannya namun malah
bertanya balik “boleh ya bu, saya mohon dengan sangat bu”. Dia tak
menjawab dan memandangi wajahku dengan serius. Tak lama kemudian dia
mengganguk sambil berkata “Sekali ini saja ya mas dan pelan-pelan ya
mas. Ibu sudah lama tidak pernah ml soalnya”. Begitu dia menjawab
seperti itu, aku kemudian melepas bajuku seluruhnya sehingga aku
telanjang bulat. Aku kemudian dengan lembut melepas rok nya sehingga
kami berdua telanjang bulat.
Pelan-pelan kemudian aku mengambil
posisi di atas tubuhnya yang telentang ditempat tidur. Aku ciumi
bibirnya pelan dan remas-remas lembut buah dadanya lagi. Pelan-pelan aku
lihat Bu Lisa mulai menutup matanya menikmati remasanku. Aku kemudian
cium turun pelan-pelan untuk mulai menjilati putingnya. Nikmat banget
rasanya bisa menikmati putingnya lagi.
Bu Lisa mendesah
“ahhhhhh….ohhhhhhhhh….ahhhhhhhhh…..”. sambil mulai membelai rambutku.
Setelah cukup lama memainkan buah dada dan putingnya aku kemudian turun
untuk mulai lagi menjilati memeknya. Aku buka pahanya leba-lebar dan
langsung mulai menjilati memeknya lagi. Aku jilati dan usap-usap
memeknya yang harum dengan lidahku.
Kurasakan sekarang Bu Lisa
agak liar dibanding sebelumnya. Aku putar-putar dengan lembut ujung
lidahku di dalam memeknya dan sesekali lidahku menyentuh itilnya. Aku
bahkan lumat itilnya didalam mulutku karena itil Bu Lisa ini cukup
besar.
Desahannya semakin lama semakin keras
“Agghhhhh…mas…..mas……ogggghhhhhh…..”. Badannya menggelinjang naik turun
dengan liar. Tak lama kemudian kudengar Bu Lisa berkata “mas……ibu sudah
gak tahan…..masukin mas…ohhhhhh….”. Mendengar dia berkata seperti itu
dan aku juga merasa memeknya sudah cukup basah maka aku kemudian
menindih badannya dan mulai mengarahkan peniku untuk aku gesek-gesekan
ke memeknya.
Bu Lisa kemudian berkata sambil mendesah
“pelan-pelan ya mas…”. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Dengan lembut
mulai aku berusaha memasukkan kepala kontolku ke dalam memeknya. Aku
sundul-sundul dulu memeknya dengan kepala kontolku. Semakin lama
sundulanku semakin dalam masuk ke memeknya. Saat aku merasa kepala
kontolku sudah masuk dan jalan memeknya sudah terbuka dengan lembut aku
dorong pelan seluruh batang kontolku ke dalam memeknya
bleeeesssshhhh…….Ahhhhhh…nikmat sekali rasanya.
Aku lihat Bu Lisa
mendongakkan kepalanya sambil mengerang panjang “aaagggggghhhhhhhhh…….”
Saat batang kontolku terbenam seluruhnya di memeknya.Aku diamkan sesaat
untuk memberi kesempatan Bu Lisa menyesuaikan memeknya dimasuki oleh
kontolku. Begitu seluruh kontolku terbenam di dalam memeknya, Bu Lisa
mendesah lega “aaahhhhhhh…..” Sambil berkata kalau punyaku kayaknya
rasanya besar banget. Mata kami saling berpandangan mesra dan aku
kemudian mencium lembut bibirnya.
Kemudian sambil melepas ciumanku
aku tarik kontolku dan kembali dorong masuk dengan lembut. Sestiap kali
aku dorong masuk kontolku Bu Lisa mendesah
“ahhhhhhhh…..ahhhhhhh……aggghhhhh.”. Desahannya begitu menggairahkan.
Aku
benar-benar bergairah bisa menyetubuhi Bu Lisa. Walaupun teteknya sudah
agak kendor dan sedikit berkeriput namun besar lagipula erangannya
sangat menggairahkan. Sehingga pelan-pelan kupercepat gerakan keluar
masuk kontolku di dalam memeknya. Bunyi plok….plok….plok….terdengar
setiap badanku beradu dengan badan Bu Lisa. Semakin lama semakin cepat
dorongan kontolku keluar masuk memeknya. Rasanya aku seperti memompa Bu
Lisa saja melalui kontolku.
Bu Lisa mendesah gak karuan
“aggghhh…….mas…..mas…..aohhhhhhh….ohhhhhh….” merasakan nikmatnya
kontolku mengaduk-aduk memeknya. Keringatku mulai bercucuran karena aku
memompa Bu Lisa dengan sekuat tenaga hingga kemudian aku dengar Bu Lisa
berkata ‘mas….mas Andree…ibu mau keluar…agghhh…ohhhhhh…….”. Mendengar
itu aku semain percepat mendorong keluar masuk kontolku dan tak lama
kemudian Bu Lisa mengerang panjang “aaaagggghhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..mass
Andre…….maassssssss……….” Sambil peluk punggungku erat.
Aku tahu
itu tanda Bu Lisa telah mencapai orgasme, oleh karena itu aku hentikan
sodokanku di memek Bu Lisa. Namun kontolku tetap aku benamkan di dalam
memek Bu Lisa. Aku merasakan memeknya berkedut-kedut sehingga terasa
olehku batang kontolku seolah diremas-remas oleh memeknya. Nikmat banget
rasanya.
Selama beberapa saat aku masih tetap menindihnya sambil
membiarkan kontolku tetap berada didalam memeknya untuk merasakan
memknya yang berkedut-kedut. Setelah agak cukup lama baru kemudian aku
bergeser untuk ikut rebah disamping Bu Lisa.
Tak lama kemudian Bu
Lisa memelukku sambil berkata “Mas Andree…ibu orgasme lagi lho, mas
Andree nya malah belum. Punya mas Andree besar banget lho lagipula sudah
lama banget ibu nggak pernah ml. Selama ini ibu hanya melayani Pak Sur
saja tapi tidak pernah bersetubuh langsung dengan Pak Sur. Tahu sendiri
khan kondisinya Pak Sur”. Aku hanya menganguk saja sambil tersenyum ke
Bu lisa. Aku biarkan untuk beberapa saat Bu Lisa istirahat menikmati
orgasmenya sambil aku peluk.
Ehhh..ternyata hanya sebentar
kemudian tangan Bu Lisa mengusap kontolku sambil berkata “punya mas
Andree besar banget lho”. Dia kemudian bangkit untuk melihat kontolku
dan kemudian rebah lagi sambil berkata “ayo mas masukin lagi biar mas
Andree bisa keluar”.
Mendengar Bu Lisa berkata seperti itu
langsung saja aku tindih lagi dan berusaha memasukkan kontolku lagi ke
dalam memeknya. Karena sudah gemas dengan Bu Lisa langsung saja aku
entot lagi dia. Aku pompa langsung dengan irama tinggi dan agak liar
supaya aku bisa juga merasakan orgame. Kembali Bu Lisa mendesah
“mas……mas……terus mas….terus mas….”. Ehhh nggak lama kemudian Bu Lisa
berkata “mas…..ibu mau keluar lagi
massss……aggghhhhh…oggghhhhh…..aggghhhh…”.
Aku memintanya untuk
ditahan dulu karena aku juga merasakan geli di kontolku tanda mau
menyemprotkan sperma. Semakin kencang aku entot memek Bu Lisa dan
kemudian aku merasa benar-benar mau keluar spermaku. Saat itu aku
berkata sambil terengah-engah “Bu…. saya juga mau keluar……kita keluarkan
bareng ya bu”. Bu Lisa tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
Tak lama kemudian aku mengerang panjang bersamaan dengan Bu Lisa
“aggggghhhhhhhhhhhh…….buuuu………..”. Sementara dia juga mengerang
“ogggghhhhhhh….massss…….”.
Spermaku menyemprot banyak sekali
didalam memeknya dan aku kemudian rebah tak berdaya disampingnya. Kami
saling berpelukan mesra sambil menutup mata menikmati orgasme
masing-masing. Malam itu akhirnya Bu Lisa tidur di kamar ku hingga pagi
hari.
PAGI HARI
Pagi harinya sekitar pukul 5.30 aku
terbangun karena mendengar suara klinting-klinting yang ternyata berasal
dari Bu Lisa yang sedang mengaduk gula untuk membuat teh hangat. Aku
lihat Bu Lisa telah berganti baju mengenakan baju tidur. Rupanya saat
subuh dia bangun dan kekamarnya untuk mengambil baju tidur untuk
kemudian balik lagi kekamarku.
Kulihat bajunya model kimono
transparan dan sepintas dari belakang aku tahu dia tidak mengenakan bra.
Melihat aku bangun Bu Lisa menawari aku teh.
“Mas Andree…ini tehnya sudah ibu buatin”
“Ya bu”
Akupun
kemudian beranjak mendekati Bu Lisa untuk mengambil teh hangat. Saat
berada persis dibelakangnya langsung aku peluk pinggangnya sambil ciumi
rambutnya.
“Aahhhh…mas Andree…ibu geli lho”
“Bu Lisa….ibu menggairahkan lho pakai baju ini”
Sambil agak kegelian karena aku ciumi tengkuknya Bu Lisa berkata:
“Mas Andree ada-ada saja”
Sambil
tetap peluk dia dari belakang pelan-pelan aku gesek-gesekkan peniku
yang tertutup celana kebagian pantatnya. Tanganku kemudian pelan mulai
mengusap buah dadanya. Aku susupkan tanganku dari sela-sela belahan
depannya dan langsung meremas-remas lembut lembut buah dadanya. Bu Lisa
mendesah terangsang:
“Agghhhhh….ehhhhhhh…ehhhhh….massss….massss….”
Aku
semakin terangsang dengan desahannya. Pikirku pagi-pagi dingin-dingin
seperti ini paling enak ya ngentot. Tangan kananku terus meremas-remas
buah dadanya dan kemudian dua jariku mulai memilin lembut putingnya. Aku
putar-putar putingnya yang kenyal hingga kemudian akurasakan puting Bu
Lisa mulai agak mengeras dan membesar.
Saat desahannya semakin
keras aku kemudian berusaha menyusupkan tanganku ke dalam celana
dalamnya dari belahan depan bajunya. Tangan kiriku terus meremas lembut
buah dadanya sedangkan tangan kananku mengusap-usap memeknya.
Bagian
tengahnya aku usap-usap dengan jari tengahku hingga kemudian aku
merasakan bahwa memeknya telah mulai basah. Mengetahu hal itu Aku
langsung tanggalkan celana dalamnya sekaligus pula menanggalkan
pakaianku hinggatelanjang bulat.
Aku kemudian membalikkkan tubuh
Bu Lisa supaya kami berdua bisa saling berhadapan. Aku langsung kemudian
mengulum bibirnya dengan lembut. Aku kulum dan isep-isep lidahnya
dengan liar sedangkan tanganku terus memilin putingnya dari belahan
bajunya. Melihat aku sudah telanjang bulat Bu Lisa kemudian berusaha
untuk jug membuka bajunya namun aku tahan.
“Jangan dibuka bu…saya lebih suka ibu tetap memakai baju”
Langsung
kemudian aku balikkan lagi sehingga posisiku ada dibelakang Bu lisa
lagi. Aku peluk lagi Bu Lisa dari belakang dan dengan lembut aku minta
dia untuk agak membungkuk. Sekarang posisi Bu Lisa membungkuk dengan
tanggannya berpegangan pada meja yang didepannya persis ada cermin
besar. Aku langsung singkap ke atas baju kimononya yang transparan itu
hingga ke pinggang untuk memudahkan kontolku menggesek-gesek memeknya
dari belakang.
“Masukin ya mas…ibu sudah nggak tahan”
“Iya bu”
Tangan
Bu Lisa kemudian meraih kontolku dari balik selangkangannya dan
kemudian mengarahkan kontolku untuk masuk ke liang memeknya. Akupun
berusaha untuk mendorong kontolku masuk hingga kemudian akhirnya
berhasil juga kepala kontolku masuk sebagian ke dalam lubang memeknya.
“Mas Andree…masukin pelan-pelan ya…”
“Iya bu”
Langsung aku dorong pelan kontolku hingga masuk seluruhnya ke dalam memeknya bleshhhh….
“agghhhhhhhhhh……”
Bu
Lisa mendesah panjang saat seluruh batang kontolku masuk kedalam lobang
memeknya. Nikmat banget rasanya, aku merasakan kehangatan memeknya
menghinggapi seluruh kontolku. Aku dorong keluar masuk kontolku dengan
irama yang semakin lama semakin cepat. Aku merasakan memeknya telah
basah banget karena makin lama makin lancar saja kontolku keluar masuk
memeknya.
“aggghh…..aghhhhhhhh…..massss……mas……..”
Bu Lisa
mengerang dan mendesah setiap kali kontolku menusuk masuk tubuhnya
melalui lubang memeknya. Aku terus memegangi pinggulnya untuk memudahkan
kontolku tetap terarah masuk kedalam memeknya. Hingga kemudian aku
mendengar Bu Lisa berkata:
“Mas……aduhhhh mas…..ahhhhhh……ohhhhh……….ibu gak tahan masss…….”
“Iya bu….keluarin saja bu…….saya ingin ibu bisa orgasme.”
Aku
menjawab dengan suara agak terengah-engah karena aku memmpompa memek Bu
Lisa sekuat tenaga dari belakang. Bunyi suara
plok…plok…..plok…….plok…..terdengar setiap kali badanku beradu dengan
badan Bu Lisa. Hingga akhirnya kemudian aku mendengar Bu Lisa berteriak
sekaligus mengerang panjang:
“mas…..massss………aggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh…………..aohhhhhhhhhh”.
Ahhhhh…..akhirnya
Bu Lisa berhasil juga aku puasin dengan dengan cara menyetubuhinya dari
belakang. Dia agak lemas terkulai menunduk sambil tangannya tetap
berpegangan pada pinggiran meja.
Aku cabut pelan-pelan kontolku
dari memeknya dan kemudian aku ajak Bu Lisa untuk berbaring di tempat
tidur. Aku ambilkan dia air minum sekalian tisu agar dia bisa
mengeringkan memeknya yang basah akibat orgasmenya.Setelah itu kami
berbaring bersama sambil pelukan. Aku masih telanjang bulat sedangkan Bu
Lisa masih mengenakan baju kimono transparan tanpa bra dan celana
dalam.
“Mas Andree….”
“Iya bu..”
“Mas Andree nakal banget….ibu dibuat tak berdaya dari semalam”
“he..he…Saya bergairah banget lho bu kalau sama ibu”
“yang bener ahhh..ibu jadi malu lho.’
Bu
Lisa berkata seperti itu sambil mengurut kontolku. Dalam hati aku geli
juga, katanya malu tapi kontolku di pijat-pijat dan diurut-urut.
“bener kok bu”
Aku
pandangi wajahnya saat aku berkata seperti itu. Tanganku mulai nakal
lagi dengan meremas-remas lagi buah dadanya. Kemudian aku tarik tali
kimononya sehingga terbukalah bagian depan tubuhnya. Tanpa meminta
persetujuan lagi aku buka seluruh baju tidurnya dan langsung
menindihnya. Aku langsung melorot kebawah dan aku angkat kakinya hingga
menekuk ke atas.Aku kemudian jilati lagi memeknya. Kali ini dia akan aku
beri sesuatu yang istimewa. Sambil menilati memeknya sesekali aku jilat
pula lubang anusnya.
“Aahhhhh masss….ohhhh massss……ohhhhh…….”
Bu
Lisa mendesah setiap kali lidahku menjilati anusnya. Dia mendesah nggak
karuan setiap kali ujung lidahku bergantian menjilati memek dan
anusnya. Hingga akhirnya aku merasa memeknya mulai cukup basah untuk
dimasuki kontolku lagi.
Aku kemudian naik ke atas dan langsung
mengarahkan kontolku didepan lubang memeknya. Bleeeshhhhhhhh……aku dorong
masuk kontolku ke dlam memeknya.
“Aaaaohhhhhhhhhhh……”
Bu
lisa mendesah dengan mulut terbuka sambil agak mendongakkan kepalanya.
Sepertinya dia agak menahan karena memeknya tidak pernah dimasuki kontol
sebesar punyaku. Aku langsung dorong keluar masuk kontolku di memek Bu
Lisa yang masih terasa rapet itu.
“Aggghhhhh…..aggghhhhhhh….aghhhhhh…”
“Aduhhhhh bu….enak banget rasanya bu….”
“Iya mas…..ibu juga merasa enak banget…”
Aku
pompa dengan liar Bu Lisa. Kadang hanya kepala kontolku saja yang
berkali-kali masuk baru kemudian seluruh batang kontolku aku benamkan
seluruhnya di memeknya. Stiap kali kontolku terbenam atau aku tarik dari
lubang memeknya aku yakin itilnya pasti tergesek oleh kontolku. Hal ini
membuat Bu Lisa ketagihan. Dia memeluk punggungku bahkan kadang meraih
pantatku untuk ditekan kebawah agar peniku masuk lagi ke dalam memeknya.
Kami
benar-benar liar bersetubuh jauh lebih liar dari semalam hingga kami
berdua berkeringat. Setelah kurang lebih sekitar 30 menitan aku dengar
Bu Lisa berkata:
“aahhhh mas….Ibu mau keluar lagi mas……aohhhhhh…”
“Tahan sebentar ya bu…saya juga rasanya mau keluar. Kita keluar bareng ya bu…”
“Iya mas….”
Aku langsung percepat memompa Bu Lisa bahkan hunjaman kontolku ke dalam memeknya aku dorong dengan sekuat tenaga.
“Ayo Bu….goyang yang liar bu…..”
“Iya mas……aghhhhhhh…mas…..mas. Andre….”
Dalam kondisi sudah sama-sama mendekati orgasme, aku nakal bertanya kepada Bu Lisa sambil terus menggenjot memeknya.
“Enakkah bu punya Andree bu….?”
“Enak banget mas……”
“enak mana bu sama punya Pak Sur….”
“Ohhhhh mass…..enak punya mas Andree…Ibu belum pernah merasakan yang seperti ini mas..”.
“Benerkah bu….”
“Bener mas aaaggghhhhh…..ohhhhhh…..”
Kemudian aku merasa gak bisa menahan lagi juga demikian dengan Bu Lisa dan akhirnya:
“aggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhh buuuu………”
“ohhhhhhhhh……massssssssss…”
Kami
berdua akhirnya orgasme di saat bersamaan. Nikmat banget rasanya. Aku
langsung terkulai lemas tak berdaya di samping Bu Lisa. Kami berdua
lemas menikmati orgasme. Setelah beberapa saat kemudian Bu Lisa berkata:
“Aduhhhh mas….nikmat banget rasanya. Bu lisa belum pernah seperti ini lho”
“Apa iya bu..”
“iya mas…belum pernah Bu Lisa pagi-pagi bangun tidur terus ml. Dari dulu ibu ingin seperti ini”
“Belum pernah seperti ini ya bu sama Pak Sur..”
“Belum mas..khan mas tahu kondisi bapak seperti apa”
“kalau begitu nanti kita sering-sering ya bu seperti ini”
“Ahhh…mas Andree nakal…”
Kami
berdua kemudian saling pelukan lama banget sambil sesekali berciuman
dalam kondisi masih sama-sama telanjang bulat. Hingga kemudian menjelang
waktunya untuk mandi pagi. Saat selesai mandi dan sudah berpakaian rapi
Bu Lisa berkata:
“Mas….ibu nanti siang balik ke Jakarta ya”
“Jam berapa bu..?”
“Dari Hotel berangkat jam 1 siang karena pesawatnya jam 3 sore”
“Ya sudah bu..kalau begitu nanti siang jam 11 saya balik ke hotel nanti saya antar ke bandara”
“Ya sudah nanti saja ya kalau begitu ibu pamitannya”
“Iya bu..’
Akhirnya
Bu Lisa kembali ke kamarnya dan akupun ke kantor cabang. Pagi itu aku
benar-benar puas banget bisa mengentot sehabis bangun tidur.
SIANG HARI
Sesuai
rencana maka sekitar jam 11 siang aku sudah balik lagi ke Hotel untuk
mengantarkan Bu Lisa ke bandara. Begitu tiba di Hotel aku langsung
menuju kamar Bu Lisa dan setelah dibukakan pintunya aku langsung masuk
kamarnya. Kami berdua ngbrol kesana kemari sambil sesekali bermesraan.
“Bu…lebih baik ibu check out sekarang saja biar nanti gak buru-buru. Terus nanti nunggunya di kamar saya saja”
“iya ya…takutnya nanti waktu pas mau bayar antri”
“Ya sudah kalau begitu saya ke kamar saya dulu ya bu”
“iya Mas….”
Akhirnya
aku ke kamarku dan Bu Lisa mulai siap-siap untuk check out. Sekitar 30
menitan kemudian aku dengar pintu kamarku di ketuk oleh Bu Lisa. Saat
aku buka pintunya aku takjub sekali melihatnya. Bu Lisa terlihat anggun
dan dan cantik banget dengan mengenakan rok panjang sampai mata kaki
dan atasan lengan panjang dengan selendang di bahunya. Belum lagi harum
wanginya yang membuatku bergairah.
“ihhh..ibu cantik banget lho…gemesin”
“ahhh..ada-ada aja mas Andree ini”
Setelah
itu aku bantuin bawa tas nya dan kami duduk ngobrol. Sambil ngobrol aku
terus lihatin Bu Lisa lama-lama kontolku tegang juga.
“Mas..Andree nanti bagaimana ya kalau sudah di Jakarta”
“Iya bu..jangan sampai ketahuan Pak Sur ya bu”
“Iya mas….”
“Nanti kalau kita ingin ketemuan kita kontaknya pas siang saja ya bu, pas saya ada dikantor”
“iya mas….ibu pasti kangen sama Mas Andree”
“saya juga pasti kangen sama ibu..”
Akhirnya
menjelang jam 12 Bu Lisa mengajakku untuk siap-siap berangkat ke
Bandara. Nah saat berdiri aku kemudian memeluknya dan mencium bibirnya.
Kami saling mengulum bibir dengan mesra. Rasanya aku masih kangen banget
gak mau melepas kepergiannya.
“Bu…..saya masih kangen sama ibu”
“Iya mas…Ibu sebenarnya juga masih kangen sama mas Andree tapi ibu harus balik Jakarta sekarang”
Aku
terus ciumi Bu Lisa sambil tanganku dengan lembut mengusap-usap dadanya
yang tertutup oleh bajunya. Aku tahu Bu Lisa ini nafsunya lumayan besar
karena Pak Sur tidak bisa memuaskan sepenuhnya Bu Lisa.
“Mas…ahhhhhhhh……ibu nanti jadi pingin lho, Sudah ah mas”
Aku
tak menjawab apa yang dikatakannya, malah aku tarik tangannnya dan aku
masukkan ke dalam celanaku biar dia tahu kalau kontolku sudah tegak
berdiri. Sambil terus berciuman Bu Lisa meremas-remas kontolku dan
tanganku aku susupkan dari balik bajunya langsung meremas juga dengan
lembut buah dadanya.
Tanpa buang-buang waktu karena waktu lumayan
terbatas, maka aku balik badan Bu Lisa sehingga posisi Bu Lisa
membelakangi aku. Aku dorong Bu Lisa agar ke tempat tidur dan aku minta
dia untuk nungging di pinggiran tempat tidur. Aku singkap roknya hingga
pinggang kemudian aku langsung lepas celana dalamnya. Dari belakang
langsung aku jilati memeknya dan lubang anusnya.
“Ahhhhhhh….mas……massss……ohhhhhhh………”
Lubang
anusnya aku jilati berkali kali bahkan aku kecup-kecup. Aku lihat Bu
Lisa sangat menikmatinya. Setiap kali lidahku menyapu lubang anusnya Bu
Lisa mendesah keras
“aahhhhhhhhhhhh…..aduhhhhh massss……..mas……..masssssss…enak banget masssss……”
Setelah
cukup lama aku jilati, aku kemudian melepas celanaku. Dalam kondisi
masih memakai baju langsung aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Aku
dorong kontolku masuk ke dalam memeknya bleesssshhhhhhhhh……..
“aggghhhhhhh…masssss……enak banget mas…..ohhhhhhh……..”
“Iya bu…..saya juga enak banget bu…”
Aku terus dorong kontolku keluar masuk memeknya sambil berdiri memegangi pinggangnya.
“ohhhhh…masss….enak banget mas andreee..aahhhhh..”
“Iya bu….jepit terus bu…..vagina ibu nikmat banget lho bu…sempit banget lho bu….”
“Mas andreee……aghhh…..agghhh….”
Bu
Lisa mulai liar kata-katanya. Aku semakin liar menyodok-nyodok memek Bu
Lisa. Badannya terguncang-guncang setiap kali badanku beradu dengan
badannya. Plok…..plok…..plok…..suara terdengar setiap kali badan kami
beradu. Hingga sekitar 15 menit kemudian Bu Lisa berkata:
“Mas….ibu mau keluar mas….”
“Iya bu…saya juga mau keluar”
Semakin aku percepat sodokanku di memeknya hingga akhirnya kami mengerang dan mendesah keras bersamaan”
“aagggggghhhhhhhhhhhhhhhh…………….”
Spermaku
tumpah memenuhi lubang memeknya. Cepat cepat aku ambil tissu dan begitu
aku cabut kontolku aku usap memeknya untuk membersihkan dan
mengeringkan memeknya. Kami lantas buru-buru ke kamar mandi untuk
mencuci dan siap-siap berangkat ke bandara.
Untuk Melihat Video Selengkapnya Klik Dibawah Ini :


Dokterkiu Agen Domino Server Terbaru dan BandarQ Terpercaya Indonesia
ReplyDeleteWebsite Judi Online Yang memberikan Pelayanan Terbaik dan mempunyai Server Yang Berkualitas Di Dalam Permainan Asli tanpa Robot
Dengan Agen BandarQ Yang Real Money / Uang Asli Di sini Tepatnya Anda Memilih
Silakan Bergabung Bersama Kami Di Dokterkiu.net
Di Jamin Permainanya Seperti Asli Tanpa Jauh Harus Ke Luar negri
Tidak Ada Robot 100% Player VS Player
Minimal Deposit Rp 25.000
Minimal Withdraw Rp. 25.000
Dan Bahwa Pulang Jacpot Jutaan Rupiah
Menyediakan 8 Permainan 1 User ID ;
poker - domino 99 - capsa susun - bandar q
adu q - sakong - bandar 66 - bandar poker
Dan Banyak Bawa Pulang Kemenangan Jackpot Puluhan Juta Rupiah
RaksasaPoker.net Menyediakan 8 Game Dalam 1 User ID
Langsung Daftar Sekarang Juga !
(+) Bonus Rollingan(Mingguan) 0.3% - 0.5%
(+) Bonus Refferal 20%
DOKTERKIU Menyediakan Support Bank Local :
- BCA
- BRI
- BNI
- MANDIRI
Dan CS Yang Ramah & Cantik Akan Melayani Anda 24Jam Nonstop
Untuk Informasi Lebih Lengkap Mengenai Daftar langsung Hubungi Kami
(+) LiveChat =Dokterkiu (Online 24jam)
(+) BBM =5C5634BB
(+) FACBOOK =Officialdokterkiu
(+) WA =+6281299416027
(+) LINE =dokterpoker99
(+) LINK =WWW.DOKTERKIU.NET
>>> DAFTAR SEKARANG <<<
Mau Jadi Bandar Disini Tempatnya !!!
Dokterkiu Agen Domino Server Terbaru dan BandarQ Terpercaya Indonesia
ReplyDeleteWebsite Judi Online Yang memberikan Pelayanan Terbaik dan mempunyai Server Yang Berkualitas Di Dalam Permainan Asli tanpa Robot
Dengan Agen BandarQ Yang Real Money / Uang Asli Di sini Tepatnya Anda Memilih
Silakan Bergabung Bersama Kami Di Dokterkiu.net
Di Jamin Permainanya Seperti Asli Tanpa Jauh Harus Ke Luar negri
Tidak Ada Robot 100% Player VS Player
Minimal Deposit Rp 25.000
Minimal Withdraw Rp. 25.000
Dan Bahwa Pulang Jacpot Jutaan Rupiah
Menyediakan 8 Permainan 1 User ID ;
poker - domino 99 - capsa susun - bandar q
adu q - sakong - bandar 66 - bandar poker
Dan Banyak Bawa Pulang Kemenangan Jackpot Puluhan Juta Rupiah
RaksasaPoker.net Menyediakan 8 Game Dalam 1 User ID
Langsung Daftar Sekarang Juga !
(+) Bonus Rollingan(Mingguan) 0.3% - 0.5%
(+) Bonus Refferal 20%
DOKTERKIU Menyediakan Support Bank Local :
- BCA
- BRI
- BNI
- MANDIRI
Dan CS Yang Ramah & Cantik Akan Melayani Anda 24Jam Nonstop
Untuk Informasi Lebih Lengkap Mengenai Daftar langsung Hubungi Kami
(+) LiveChat =Dokterkiu (Online 24jam)
(+) BBM =5C5634BB
(+) FACBOOK =Officialdokterkiu
(+) WA =+6281299416027
(+) LINE =dokterpoker99
(+) LINK =WWW.DOKTERKIU.NET
>>> DAFTAR SEKARANG <<<
Mau Jadi Bandar Disini Tempatnya !!!