Bandar Casino Terbaik - Cerita Mesum Nikmatnya Tubuh Janda Berjilbab
Bandar Casino Terbaik - Cerita Mesum Nikmatnya Tubuh Janda Berjilbab - Berikut ini adalah cerita dewasa nyata, atau kisah nyata dari seorang
pemuda yang beruntung bisa menikmati tubuh seorangn janda beranak satu,
janda yang sehari-harinya menggunakan jilbab, membuat sang pemuda lebih
bersensasi untuk menikmati permainan panas dengan wanita yang umurnya
lebih tua darinya. Berikut kisah lengkapnya.
Bandar Casino Terpercaya - Ratna, seperti itulah biasa aku memanggilnya, dia adalah teman
sekantorku, seorang janda beranak 1 dan umurnya kira-kira 6 tahun lebih
tua dariku. Wajahnya biasa saja, tubuhnya mungil dengan ukuran buah dada
sedang. Apabila bekerja dia selalu menggunakan kerudung (jilbab),
inilah awal ketertarikanku padanya. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang
aku berfantasi dapat merasakan kehangatan tubuh seorang Cewek janda
berjilbab.
Sebagai seorang janda nampaknya sangat haus akan
belaian seorang pria dan tampaknya dia tertarik padaku. Hal ini
kuketahui dari pandangannya padaku dan cara dia memperlakukanku,
Terkadang ia memandangiku dan berusaha memegang tanganku bila sedang
ngobrol berdua dengannya. Sebagai seorang lelaki normal aku senang
sekali dengan perlakuan seperti itu, makin hari dia makin dekat
denganku, makan siang berdua, pegang-pegang tangan, bahkan setelah
beberapa lama ia tak segan-segan lagi untuk mencium pipiku, bahkan
bibirku.
Suatu hari ratna tidak masuk kerja karena sakit, dan
karena urusan pekerjaan aku terpaksa harus menemuinya, hari itu aku
menghubunginya untuk menyanyakan keadaannya dan bertanya apakah aku
dapat bertemu dia karena ada beberapa laporan yang butuh
tanda-tangannya. Singkat cerita aku meluncur menuju rumahnya, dalam
perjalanan aku membayangkan kira-kira apa ya yang akan terjadi nanti?
Aku
mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, kemudian pintu rumah terbuka dan
muncul anak laki-laki mengenakan seragam smp, ternyata ia anak ratna.
“eh…om wrony, masuk om…”, sapanya sambil mempersilahkan aku masuk.
“mama ada de?…, tadi om sudah telepon dan janji ketemu mama…” tanyaku.
“ada, mama sedang di kamar, sebentar ya ade panggilkan…” jawabnya,
kemudian ade melangkah menuju kamar ratna dan berteriak “maa….,
ada tamu tuh dari kantor…om wrony…”
Pintu kamar terbuka dan
muncullah sosok ratna, wajahnya tampak berbeda dari yang sebelumnya
kulihat, raut wajahnya sayu, dan perbedaanya adalah karena ia kini tidak
mengenakan jilbab. Rambutnya pendek sehingga dengan jelas menampakkan
lehernya yang jenjang. Saat itu ratna mengenakan kimono pink bermotif
bunga.
“Ma, aku berangkat sekolah dulu ya…” ujar ade sambil mencium tangan mamanya
“Ya…, hati2 di jalan ya de…, salam dulu tuh ke om wrony” ujar ratna.
Ade lalu menghampiriku dan berpamitan sambil mencium tanganku, “Ade pergi dulu ya om…”
“Ya…”, ujarku singkat.
Lalu ia berlalu meninggalkan kami berdua, otakku mulai ngeres…wah
kebetulan nih anaknya pergi sekolah, jadi aku bisa bermesraan dengan
mamanya. namun aku berusaha menahan diri dan berkata “Gimana ratna, udah
enakan? maaf ya aku mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk hari
ini”
“Ya..lumayan deh, tapi masih sedikit pusing, mana berkasnya biar aku tandatangani”, jawab ratna sambil berjalan kearahku.
Kami
duduk berhadapan, kemudian ia mengambil berkas yang aku sodorkan lalu
mulai menandatanganinya. Karena posisi ratna agak menunduk, maka dengan
jelas aku dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yang
longgar, dan ternyata ratna tidak memakai bra sehingga puting buah
dadanya tampak menonjol. Aku menatapnya tanpa berkedip, ukurannya memang
tidak besar tapi bentuknya terlihat masih kencang dan terasa sangat
menantang untuk dijelajahi.
“Hey…, kamu lagi liatin apa?”, ujar ratna mengagetkan aku.
“nggak kok, aku sedang memperhatikan tanda tanganmu…” kilahku
“Tanda tangan atau payudaraku?” kata ratna kemudian sambil tersenyum.
“hehehe…, itu…, belahan payudaramu kelihatan sedikit…, sayang kalau aku melewatkannya…”, candaku.
“ah kamu…, nih sudah selesai…”, ujar ratna sambil menyodorkan kembali berkas2 padaku.
“ya udah aku langsung ke kantor lagi ya…” kataku sambil memasukan berkas2 tadi kedalam tas.
“Nanti dulu dong, kamu kan baru saja datang…, lagian aku mau minta
tolong sedikit nih”…jawab ratna sambil bergerak mendekatiku dan memegang
tanganku.
“Tolong pijitin aku ya wron, badanku pegal-pegal…sakit smua..,
yaa…sebentar aja..” pinta ratna sambil menarik tanganku dan bergerak
menuju kamarnya.
Bagai kerbau dicocok hidung aku menuruti saja
kemauannya, sesampai di kamar dia menarik pinggangku sehingga posisi
kami saling berhadap-hadapan dengan jarak yang sangat dekat, wajahnya
berada sangat dekat dengan wajahku lalu kemudian bibirnya tiba tiba
mencium bibirku, tangannya memegang bagian belakang kepalaku dan
menariknya seakan menyuruhku untuk terus mengulum bibirnya. lidahnya
bermain-main di mulutku membuat nafsuku perlahan bangkit.
Kemudian aku menarik bibirku dan melepas ciumanku, lalu aku berkata “katanya mau pijit…kok malah ngajak cipokan?”
“hehehe…abis aku kangen wron, lagian kita kan jarang2 berduaan gini…”
ujarnya, kemudian dia menarik tali pengikat kimononya lalu melepas
kimononya membiarkannya terjatuh dilantai, tersembullah kedua buah dada
payudara yang tadi kuintip dari luar, dan ia ternyata tidak menggunakan
bra, tetapi masih menggunakan cd-nya, bentuk tubuhnya sangat ideal,
perut yang langsing, buah dada dan pantat yang masih kencang.
“kamu tadi ngintip ini kan?…” katanya sambil menarik tanganku ke buah dadanya, lalu meremaskan tanganku di buah dadanya itu.
“ayo sekarang liat deh sepuasnya, ga usah ngintip…hihihi”
tangan kananku meremas-remas buah dada kanannya dan mulutku dengan sigap
menghisap puting kirinya, mencium dan menjilatinya dengan rakus,
sementara tangan kiriku mulai bergerak meremas2 bongkahan pantat ratna.
“Sssshhh….aahhhh…”, ratna sedikit merintih ketika aku menghisap puting
susunya, lalu tangannya bergerak mencari-cari retsleting celanaku,
membukanya, melepaskan ikat pinggangku lalu memelorotkan celana dalamku,
otomatis burungku yang telah berdiri langsung menyembul.
ratna
merubah posisinya menjadi berjongkok, kemudian ia mencium kemaluanku,
menjilati dan menghisapnya…”..arrggghhh… .enak”, aku melenguh keenakan…
Sambil berjongkok ratna terus mengulum dan menghisap-hisap penisku,
sambil tangannya meremas-remas pantatku, sebagai seorang janda nampaknya
ia sangat merindukan kontol lelaki, sehingga saat menemukannya seolah
ia tak mau berhenti menikmatinya.
Beberapa saat kubiarkan ratna
bermain-main dengan senjataku, bahkan aku sangat menikmati permainannya,
jilatan dan hisapannya membuat nafsuku makin tak terbendung. Aku angkat
badannya dan merebahkannya di tempat tidur, kini kami bergulat dengan
posisi 69, ratna berada dibawah terus mengulum dan menghisap penisku,
sementara aku menjilati kemaluannya dari luar celana dalamnya yang sudah
basah. kutarik cdnya dan ratna mengangkat pantatnya keatas sehingga
memudahkan aku untuk melepaskan cdnya, kujilati klitoris ratna dengan
perlahan “ssssshhhh…aahhhh..” desahan ratna semakin keras ketika
kujilati labianya yang sudah amat basah dan berdenyut-denyut, pantatnya
bergelinjang kian kemari. Denyutan di memeknya itu makin kuat seiring
makin kerasnya desahan ratna, Tak lama kemudian,
“Aaaahhh….aaghh….oohhhh… wron…..” rupanya ratna sudah mendapatkan
orgasme pertamanya, kurasakan cairan keluar dari memek ratna…kujilati
terus dan terus sehingga tidak ada yang tersisa…
Aku segera
berbalik dan memposisikan kontolku di lubang vagina ratna.
Kugesek-gesekan perlahan kepala kontolku di bibir kemaluannya, ratna
menggelinjang-gelinjang seolah tak sabar untuk merasakan burungku masuk
ke lubang kenikmatannya. “…shhhh..ooohhh…ayo dong wron…tunggu apa lagi…”
Perlahan kumasukan kontolku ke vagina ratna…, blessssshhh….karena sudah
basah maka tanpa hambatan burungku menerobos liang senggama janda
berjilbab ini, kutusuk-tusuk perlahan dan mulai gerakan memompa vagina
ratna. “aaahhhh…ohhhh…” ratna mulai merintih-rintih merasakan kenikmatan
yang sekian lama tidak pernah dirasakannya, pantatnya bergoyang-goyang
bergerak mengikuti irama permainan dan tusukan kontolku ke dalam
memeknya. Beberapa saat kami bercinta dalam posisi missionari ini,
aku akui walaupun berpredikat sebagai seorang janda beranak satu, namun
jepitan vagina ratna masih terasa kuat mencengkram batang kemaluanku
yang berukuran sedang, tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil
seperti rata-rata ukuran kemaluan orang indonesia. bahkan vagina ratna
terasa dapat memijit mijit batang kemaluanku, sehingga kemaluanku serasa
diperas oleh vaginanya.
Kemudian aku merubah posisi bercinta ini
menjadi doggy style, kumasukkan kontolku ke vagina ratna dari arah
belakang sambil meremas-remas pantatnya. Dalam posisi ini aku merasakan
kenikmatan yang lebih dahsyat, mungkin dikarenakan dalam posisi ini
vagina ratna lebih menjepit kontolku dibanding posisi missionary. ratna
terus menggerakan pingulnya kedepan dan kebelakang, buah dadanya
bergantung dan sesekali aku meremas dengan tanganku.
“…oouugghhh….shhhh…t erus wron…aku sudah mau keluar….”
desahan dan rintihan ratna semakin menjadi membuat aku semakin bernafsu
dan mempercepat irama kocokanku…”plok…plok…plo k…” suara selangkanganku
yang beradu dengan pantatnya seiring gerakan pompaanku…
“….aaaahhh…enak
ratna, memekmu luar biasa….” aku mulai meracau merasakan sesuatu yang
menjalar seolah akan meledak di ujung kepala kemaluanku,
“….ssshhh…arrrghh..”
Kemudian kurubah lagi posisiku, kubalikan lagi badan ratna, ku angkat
kakinya sehingga menyentuh dadanya, dalam posisi ini vagina ratna
terlihat lebih jelas, buah dadanya dan ekspresi wajahnyapun dapat
kulihat dengan jelas, kumasukan lagi kontolku sambil memegang dan
menekan kedua kakinya ke bahunya, tanganku meremas-remas kedua buah
dadanya yang semakin keras, bibirku mengulum bibirnya dan
menyedot-nyedot lidahnya…, tusukanku semakin kupercepat dan rasanya
ujung kepala kontolku telah mentok di rahimnya,
Desahan ratna semakin menjadi merasakan kenikmatan yang luar biasa
“….shhhhh…aaahhhh….a yo wron aku sedikit lagi keluar…”, ratna menggoyang
pantat dan pinggulnya berlawanan dengan gerakan tusukan kontolku di
memeknya…”aaaahhh…aahhh… “…, beberapa saat kemudian aku merasa tak kuat
lagi menahan lahar yang akan kusemburkan kedalam
vagina ratna, seluruh tubuhku bergetar ketika merasakan sensasinya…
“…oooohhhh…aku keluar ratna…aahhhhh…”…, kutancapkan dalam-dalam kontolku
di lubang senggama ratna,
ratna pun merintih merasakan tumpahan lahar panasku jauh didalam liang
vaginanya…” ….arrrghhhh…nikmat sekali wroooonn….”…, akupun memeluknya
erat-erat dan tak merubah posisiku beberapa saat….”aaahhh…” burungku
berkedutan melepas sisa-sisa mani dari kontolku…, setelah beberapa saat
akupun melepaskan pelukanku dan berbaring disisinya.
“Makasih
ya…”, bisik ratna perlahan, kemudian ia memelukku dari samping dan
kepalanya bersandar di dadaku…, kamipun terdiam sesaat…seolah terhanyut
oleh lamunan kami masing-masing. Jujur saat itu aku termenung sekaligus
gembira, karena akhirnya aku berhasil meniduri sang janda
berjilbab…hehehe
Demikian kisah nyata yang dituturkan oleh sebut
saja namanya bejo, dari kisah singkatnya yang bermula dari tugas kantor
berakhir pada kisah seks yang mengesankan baginya, pengalaman bercinta
dengan janda dan menjadikan dia semakin percaya diri atas daya tarik
yang dimilikinya.
Untuk Melihat Video Selengkapnya Klik Dibawah Ini :
Posted By : www.ubcbet.net


Comments
Post a Comment